Kenali Pembukuan Terintegrasi, Bank Jateng Kunjungi BNI Untuk Studi Banding!
Selvy Riana Tambunan - Divisi STI
Jakarta, 7 Juli 2022 - Tim dan jajaran pimpinan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng) melaksanakan kunjungan studi banding ke BNI untuk memperoleh sebanyak mungkin informasi berkaitan rencana implementasi aplikasi rekonsiliasi, serta guna mendukung kegiatan operasional Tim Rekonsiliasi di Bank Jateng pada Rabu, (27/7).
Dalam kunjungan dimaksud, Divisi STI bekerjasama dengan Divisi DGO, Divisi MTI, Divisi DGL, Divisi PKU, dan Divisi OPR melakukan kolaborasi dalam menyiapkan prosesi penerimaan dan kompilasi materi pendukung bagi Bank Jateng.

Perwakilan Bank Jateng di Menara BNI Jakarta diterima oleh GM Divisi DGO, Bapak Muhammad Gunawan Putra beserta staf Divisi DGO, GM Divisi MTI, Bapak Setiawan Anis beserta staf Divisi MTI. Lalu, perwakilan Tim BNI dari divisi terkait yaitu perwakilan dari Tim Divisi STI, Divisi PKU, Divisi DGL, dan Divisi OPR yang dilaksanakan secara hybrid.
Disampaikan materi pembahasan yang dimaksud oleh BNI mengenai alur proses operasional sistem rekonsiliasi dan settlement yang saat ini telah beroperasi di BNI. Pemaparan materi dimulai dari struktur organisasi dan aktivitas rekonsiliasi dari 3 (tiga) kelompok terkait rekonsiliasi yang ada di Divisi DGO, yaitu Kelompok Rekonsiliasi I (RKS) adalah kelompok aktivitas Rekonsiliasi atas transaksi kartu kredit, Kelompok Rekonsiliasi II A (RKDA) merupakan kelompok aktivitas rekonsiliasi atas transaksi Bill Payment, Antar Bank, & BI Fast, dan yang terakhir Kelompok Rekonsiliasi II B (RKDB) adalah tim yang melakukan rekonsiliasi atas transaksi di Tarik/Setor Tunai pada Mesin ATM/CRM dan TapCash.
Disampaikan juga informasi tools yang digunakan untuk membantu aktivitas rekonsiliasi di BNI yaitu BPS, Citynet, SKA Enterprise, dan in house application dimana seluruh aktivitas rekonsiliasi tersebut memiliki fungsi masing-masing berdasarkan produk/jenis dan transaksinya.
Terkait pengembangan aplikasi rekonsiliasi, baik yang dikembangkan secara in-house maupun pengadaan, tidak lepas dari dukungan Tim TI dalam proses pengembangan dengan memperhatikan timeline hingga implementasi melalui mekanisme SDLC (System Development Life Cycle), yang meliputi beberapa tahapan proses yang dimulai dari User Requirements, IT Clarification, IT Assessment/Architecture and Open Project, Development, UAT (User Acceptance Test), sampai tahap Promote dan PIR yang melibatkan divisi-divisi terkait di area Sektor TI di BNI.
Lebih lanjut, BNI menyampaikan upaya perluasan layanan, baik secara penambahan jaringan komunikasi yang memanfaatkan Software-Defined Wide Area Network (SDWAN), yang mampu meningkatkan fleksibilitas jaringan antar outlet melalui pemanfaatan infrastruktur jaringan komunikasi umum, serta penambahan kapabilitas API dan Microservices sebagai middleware yang mempermudah pemberian layanan perbankan kepada pihak ketiga seperti e-Commerce. Dengan kesiapan fleksibilitas dan kapabilitas ini, kebutuhan interkoneksi seperti ke BI-Fast, cukup terhubung dengan middleware tersebut tanpa perlu melakukan perubahan mendasar pada sistem Core Banking.

BNI juga menyampaikan pentingnya keamanan informasi di era digital terutama bagi bank yang memiliki cukup banyak layanan e-Channel yang dapat diakses oleh nasabah dan masyarakat umum. Berkaitan dengan hal ini, BNI melalui Divisi Keamanan Informasi, melakukan penjagaan pada aspek-aspek cybersecurity, yang juga bekerjasama dengan berbagai pihak, baik badan pemerintah maupun komunitas, dengan skala regional maupun internasional.
Dengan hasil studi banding dimaksud, diharapkan success story di BNI dapat diaplikasikan di Bank Jateng khususnya untuk pengimplementasian aplikasi rekonsiliasi dan umumnya dalam mendukung kegiatan operasional Tim Rekonsiliasi yang andal.