img

Tradisi Ngabuburit yang Ada di Indonesia, Kalo Kamu Ngapain Nih?

Ngabuburit merupakan istilah menghabiskan waktu di sore hari di bulan puasa sambil menunggu waktu berbuka, dan di banyak daerah menjadi waktu bersosialisasi dan melakukan tradisi unik bersama lho, Hi-Movers! Mari kita bahas beberapa diantaranya.

1. Kumbohan
Tradisi ngabuburit Kumbohan berasal dari Lamongan, Jawa Timur, dimana masyarakat sekitar Sungai Bengawan Solo berburu ikan mabuk atau ikan yang sedang bingung (dalam bahasa setempat, munggut) karena percampuran air sungai kiriman yang membuat airnya keruh. Masyarakat memburu ikan ini dengan tangan kosong ataupun jala, dan mendapat banyak jenis ikan seperti bader atau yang lebih dikenal dengan ikan tawes, ikan keting/lundu (sejenis ikan seperti patin), bandeng, bahkan udang lobster air tawar.

2. Bermain Layangan Hias
Masyarakat Majalengka menunggu waktu berbuka puasa dengan membuat dan menerbangkan layangan hias sembari berkumpul dan bercengkrama bersama masyarakat lain di lapangan luas pada sore hari bulan Ramadan. Tradisi ngabuburit ini konon telah dilakukan turun-temurun dan masih banyak peminatnya, lho, Hi-Movers!

3. Bersantai di Pantai
Pantai Losari yang terkenal di Makassar telah menjadi salah satu tempat warga sekitar menghabiskan sore hari, termasuk pada bulan Ramadan. Menikmati pemandangan laut lepas dari pantai Sulawesi Selatan yang indah sambil menunggu matahari terbenam di ufuk barat nampaknya memang salah satu pilihan aktivitas yang menyenangkan, ya , BNI Hi-Movers! Biasanya, para pelancong baik warga lokal maupun wisatawan yang kebetulan sedang berkunjung ke Makassar dan sekitarnya akan bersantai di pelataran Masjid Terapung Amirul Mukimin.
Namun tradisi ngabuburit di pantai tidak hanya ada di Makassar, kebiasaan serupa juga dilakukan di Tegal, sebuah kota di pantai utara Pulau Jawa dimana masyarakatnya kerap berkumpul di pinggiran pantai sambil menunggu adzan maghrib berkumadang.

4. Panjat Tebing
Tradisi yang unik juga ada di Madiun. Pada sore hari bulan Ramadan, para anak muda akan berkumpul di Stadion Wilis untuk melakukan berbagai aktivitas olahraga untuk ngabuburit. Olahraga yang cukup populer dan favorit adalah panjat tebing.

5. Menonton Kereta Api
Masih dari Madiun, kebiasaan lain ngabuburit di kota ini adalah menonton kereta api. Kenapa kereta api? Karena di kota Madiun punya beberapa tempat penting bagi perkeretaapian Indonesia, Hi-Movers! Di sini tidak hanya memiliki stasiun besar kelas A, namun juga pernah memiliki bengkel kereta api bernama Balai Yasa Madiun, salah satu yg tertua di Indonesia, yang dibangun pada tahun 1884. Bengkel ini juga menjadi bengkel terakhir di Indonesia yang menangani kereta api uap sebelum ditutup pada tahun 1981. Di bekas bengkel kereta api ini pula kemudian berdiri pabrik kereta api satu-satunya di Indonesia, PT. INKA.

6. Bermain Meriam Bambu
Tradisi bermain meriam dari bambu yang dilakukan pada bulan Ramadan berada di banyak daerah. Di daerah Bogor dinamakan Bebeledugan, di Banjar, Kalimantan Selatan disebut Dum-duman, di Sukabumi bernama Bedil Lodong, di Riau Kepulauan disebut Meriam Buluh, dan banyak lagi sebutan di daerah lainnya. Cara permainannya serupa, yaitu membuat meriam dari buluh bambu besar yang kuat dan dilubangi, kemudian diberi isi minyak tanah atau karbit dan disulut agar mengeluarkan suara serupa ledakan. Tentu saja permainan ini cukup berbahaya dan di beberapa daerah agak dibatasi dan diawasi karena faktor keamanan.

7. Bermain Balap Perahu Layar
Di daerah Pantai Kenjeran, Surabaya, terdapat tradisi unik lainnya yaitu balapan perahu layar. Namun bukan perahu layar ukuran besar, Hi-Movers, tapi perahu layar mini yang besarnya kira-kira hanya 1 meter kurang. Perahu layar bercadik ukuran miniatur dihias dengan berbagai macam hiasan dan tulisan, kemudian dilepaskan ke pantai.

Berbagai tradisi ngabuburit yang ada di berbagai daerah di Indonesia ternyata beragam dan cukup unik ya. Kalo di daerah kamu ada tradisi unik ngabuburit apa nih, BNI Hi-Movers? Sharing dengan tulis di kolom komentar ya!

SHARE: