BRAVE Jadi Mesin Baru Pertumbuhan, BNI Pacu Strategi Menuju Pemimpin Pasar
BNI Hi-Movers, BNI menyiapkan strategi transformasi menyeluruh melalui inisiatif BRAVE sebagai mesin baru pertumbuhan guna memperkuat daya saing dan menargetkan posisi sebagai pemimpin pasar perbankan nasional.
Strategi tersebut menjadi bagian dari Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 yang menitikberatkan pada penguatan dana murah (CASA), perluasan pangsa pasar, serta transformasi jaringan melalui model operasional baru di wilayah, area, dan cabang.
BRAVE merupakan kerangka strategis yang dirancang untuk menyelaraskan seluruh lini organisasi agar bergerak lebih adaptif dan terarah dalam menghadapi dinamika industri. BRAVE juga bukan sekadar tema, tetapi kerangka kerja strategis yang menyatukan seluruh lini organisasi agar bergerak dalam satu arah dan mampu merespons perubahan secara lebih cepat dan terukur.
Melalui pendekatan ini, kantor cabang diposisikan sebagai motor pertumbuhan sekaligus titik utama akuisisi bisnis, dengan penguatan kapabilitas pemasaran dan pemanfaatan teknologi berbasis data. Sementara itu, wilayah (region) berperan sebagai pusat analisis strategi berbasis potensi daerah, dan area menjadi penggerak utama eksekusi di lapangan dengan struktur yang lebih agile.
Dari sisi bisnis, BRAVE juga menekankan penciptaan nilai melalui penguatan kualitas aset, diversifikasi portofolio kredit, serta optimalisasi margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM), terutama dengan mendorong pertumbuhan pada segmen usaha kecil menengah (SME) dan consumer.
Selain itu, BNI memperkuat aspek pemberdayaan organisasi melalui pengembangan sumber daya manusia, budaya kerja kolaboratif, serta peningkatan infrastruktur digital guna mendukung efisiensi dan responsivitas layanan.
Transformasi tersebut dijalankan melalui enam fokus utama, yakni penataan organisasi dan fungsi, penyempurnaan proses bisnis, pengembangan jaringan, penguatan model penjualan, optimalisasi manajemen kinerja, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
BNI juga menetapkan sejumlah target kinerja pada 2026, antara lain pertumbuhan laba sebesar 8,2% secara tahunan menjadi Rp22 triliun, peningkatan tabungan hingga Rp320 triliun, serta ekspansi kredit sekitar 10%. Di sisi kualitas aset, perseroan menargetkan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 1,9% dan Loan at Risk (LAR) di level 8,3%.
Untuk mencapai target tersebut, pertumbuhan akan difokuskan pada segmen SME dan consumer sebagai sumber utama ekspansi, disertai penguatan jaringan distribusi dan optimalisasi layanan digital. Di saat yang sama, BNI juga melakukan diversifikasi portofolio untuk mengurangi konsentrasi kredit pada segmen korporasi.
Transformasi melalui BRAVE menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan sekaligus meningkatkan kualitas bisnis secara berkelanjutan. Dengan strategi yang terukur dan eksekusi yang disiplin, BNI optimistis dapat memperkuat daya saing sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Melalui implementasi BRAVE, BNI tidak hanya melakukan penyesuaian model bisnis, tetapi juga melakukan reposisi organisasi agar lebih adaptif, efisien, dan mampu menangkap peluang pertumbuhan di tengah persaingan industri perbankan yang semakin dinamis.
Transformasi ini diharapkan menjadi fondasi bagi BNI untuk memperbesar skala usaha, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat perannya sebagai salah satu pemain utama di industri perbankan nasional.