BNI Tangkap Peluang Pengembangan Ekonomi melalui Pusat Finansial Internasional
BNI Hi-Movers, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mencermati peluang bisnis yang dapat terbuka dari pengembangan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII), khususnya pada layanan keuangan lintas negara, transaksi internasional, dan pembiayaan korporasi.
Topik tersebut dibahas dalam sharing session bertajuk 'Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII): Strategic Outlook and Opportunities for BNI' yang diselenggarakan melalui kolaborasi Divisi Syndication & Structured Finance (SSF) dan BNI University (BNU) di Grha BNI belum lama ini.
Forum menghadirkan sejumlah pakar Deloitte yang membahas perspektif bisnis, regulasi, dan risiko terkait pengembangan PFII. Kegiatan turut dihadiri Direktur Corporate Banking BNI Agung Prabowo, Direktur Kelembagaan Eko Setyo Nugroho, SEVP Wholesale Solutions & Value Chain Pancaran Affendi, serta SEVP International Business Rudy Sihombing. Diskusi dimoderatori Manager Syndication & Structured Finance Legal Service BNI Fayez G.M. Adesta.
PFII dikembangkan untuk menarik investasi dan mendorong aktivitas keuangan internasional di Indonesia. Bagi BNI, inisiatif tersebut dapat membuka ruang pengembangan pada layanan treasury, transaksi valuta asing, trade finance, pembiayaan korporasi, hingga sindikasi.
Pemanfaatan peluang tersebut tetap perlu diiringi kesiapan dari berbagai sisi, termasuk perkembangan regulasi, infrastruktur digital, integrasi sistem transaksi, kompetensi pegawai, serta penguatan tata kelola, kepatuhan, dan pengelolaan risiko.
Melalui forum ini, BNI memperkaya pemahaman internal mengenai arah pengembangan PFII sekaligus memetakan berbagai kesiapan yang dibutuhkan untuk menangkap peluang bisnis secara prudent dan sesuai kebutuhan nasabah.
Hasil diskusi diharapkan dapat menjadi masukan bagi unit kerja terkait dalam mengembangkan strategi dan mengidentifikasi potensi bisnis yang sejalan dengan perkembangan industri keuangan internasional serta ketentuan otoritas.
Kegiatan tersebut diikuti 603 peserta secara daring dan sekitar 80 peserta secara luring. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya perhatian BNI Hi-Movers terhadap perkembangan industri keuangan serta peluang strategis yang dapat mendukung penguatan bisnis BNI ke depan