img

BNI Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 Lewat Program Konservasi Mangrove

BNI Hi-Movers, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI meraih Anugerah Ekonomi Hijau 2026 dari detikcom untuk program konservasi mangrove dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Penghargaan tersebut diterima BNI dalam acara Anugerah Ekonomi Hijau yang digelar di Gedung Bank Mega, Jakarta, pada 3 September 2026.

Anugerah Ekonomi Hijau diberikan kepada korporasi, lembaga, dan organisasi yang dinilai memiliki kepedulian terhadap aspek environmental, social, and governance (ESG), khususnya melalui program yang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat serta pemangku kepentingan. Proses penilaian dilakukan oleh komite asesmen detikcom dengan menggunakan analisis kualitatif.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas konsistensi BNI dalam menghadirkan program yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan lingkungan, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkembang bersama potensi ekonomi di wilayahnya.

“Bagi BNI, menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan. Karena itu, kami berupaya memastikan program keberlanjutan dapat memberikan manfaat yang nyata dan berkelanjutan, baik bagi ekosistem maupun masyarakat yang hidup di dalamnya,” ujar Okki.

Melalui program BNI Berbagi, BNI secara konsisten mendukung konservasi mangrove dengan melibatkan masyarakat dalam proses penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan potensi ekonomi berbasis mangrove. Dalam delapan tahun terakhir, BNI telah mendukung penanaman sekitar 258.000 bibit mangrove di berbagai wilayah, antara lain Mempawah, Kebumen, Kepulauan Seribu, Banyuwangi, dan Pamekasan.

Program tersebut dikembangkan dengan pendekatan yang menghubungkan pemulihan ekosistem dengan penguatan ekonomi lokal. Masyarakat tidak hanya dilibatkan dalam kegiatan konservasi, tetapi juga didorong mengembangkan aktivitas ekonomi seperti pembibitan mangrove, ekowisata, serta budidaya kepiting soka sebagai sumber penghasilan alternatif.

Salah satu implementasinya dilakukan BNI pada 2025 melalui program rehabilitasi mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Program tersebut mencakup area seluas 50 hektare dengan dukungan sekitar 150.000 bibit mangrove dan menerapkan pendekatan agroforestry untuk mengintegrasikan fungsi ekologis mangrove dengan potensi ekonomi masyarakat pesisir.

Selain membantu memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari abrasi, banjir rob, dan dampak perubahan iklim, program di Teluk Pangpang juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan mangrove, pengembangan ekowisata, serta usaha berbasis sumber daya pesisir. Secara keseluruhan, program tersebut telah memberikan manfaat kepada sekitar 5.037 pemangku kepentingan.

"Memasuki delapan dekade perjalanan BNI, semangat Swadharma Bhakti Nagara terus kami wujudkan dengan melayani sepenuh hati dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara berkelanjutan. Kami akan terus mendorong inovasi dan kolaborasi agar kontribusi BNI semakin relevan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian,” tegas Okki.

Upaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan delapan dekade BNI untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan melalui program keberlanjutan yang berdampak dan berkelanjutan.

SHARE: