img

BNI Dukung Perusahaan Nasional Perkuat Kapasitas Garap Proyek Strategis

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mendukung penguatan kapasitas PT Pratiwi Putri Sulung (PPS), perusahaan nasional yang bergerak di bidang engineering, procurement, and construction (EPC), melalui kemitraan yang telah terjalin sejak 1997.

Dukungan tersebut mengiringi perkembangan PPS dalam menangani proyek dengan nilai dan tingkat kompleksitas yang semakin besar, khususnya di sektor energi dan infrastruktur. Kemitraan dengan lembaga keuangan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasional dan meningkatkan kemampuan perusahaan mengikuti proyek strategis.

Komisaris Utama PT PPS Taufik Dwicahyono mengatakan, BNI telah menjadi mitra yang mendampingi perusahaan dalam berbagai tahapan pertumbuhan bisnis.

"Seiring meningkatnya kapasitas dan kompleksitas proyek yang kami tangani, BNI senantiasa hadir mendampingi kami. Dukungan tersebut menjadi bagian penting yang memungkinkan perusahaan terus berkembang dan menjaga kepercayaan dari para pemilik proyek," ujar Taufik.

PPS didirikan pada 1995 dengan mengandalkan kemampuan rekayasa dan sumber daya manusia dalam negeri. Salah satu tonggak awal perusahaan adalah pembangunan proyek Metering Regulating System milik PT Perusahaan Gas Negara Tbk pada 1999 yang dikerjakan menggunakan tenaga ahli Indonesia.

Keberhasilan tersebut menjadi modal bagi PPS untuk memperluas portofolio dan memperoleh kepercayaan dalam mengerjakan proyek dengan skala lebih besar. Seiring pertumbuhan usaha, kebutuhan perusahaan terhadap dukungan keuangan juga meningkat, mulai dari pengelolaan arus kas hingga pemenuhan kebutuhan operasional proyek.

Kemitraan dengan BNI turut berperan ketika PPS menghadapi tekanan bisnis selama pandemi Covid-19 yang mengganggu operasional dan rantai pasok. Dengan dukungan para mitra serta komitmen tim internal, perusahaan tetap dapat menjaga keberlangsungan usaha dan menyelesaikan proyek sesuai target.

Setelah melewati berbagai tantangan, PPS mulai meningkatkan kapasitas untuk mengikuti tender proyek bernilai triliunan rupiah. Menurut Taufik, besarnya nilai proyek harus diimbangi dengan kesiapan perusahaan memenuhi standar pekerjaan, ketepatan waktu, dan kepercayaan pemberi kerja.

"Kebersamaan yang telah terjalin selama bertahun-tahun menjadi bagian dari langkah PT Pratiwi Putri Sulung untuk terus tumbuh, memperkuat kapasitas usaha, dan berkontribusi bagi pembangunan Indonesia," katanya.

Terpisah, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, perkembangan PT Pratiwi Putri Sulung menunjukkan bahwa kemitraan yang kuat dibangun melalui kepercayaan dan konsistensi dalam jangka panjang.

Hubungan yang terjalin sejak 1997 tersebut juga mencerminkan peran perbankan yang tidak terbatas sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga sebagai mitra yang mendampingi pelaku usaha dalam menghadapi berbagai fase pertumbuhan bisnis.

"Kami mengapresiasi PT Pratiwi Putri Sulung yang terus berkembang dan mampu mengambil peran dalam berbagai proyek strategis nasional. Bagi BNI, menyaksikan nasabah bertumbuh, memperluas kapasitas usaha, dan memperoleh kepercayaan untuk mengerjakan proyek-proyek berskala besar merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai mitra," ujar Putrama.

Dia menambahkan, kisah PT Pratiwi Putri Sulung menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi jangka panjang dapat menciptakan nilai berkelanjutan bagi dunia usaha. Semangat tersebut sejalan dengan perjalanan BNI selama delapan dekade dalam mendukung pelaku usaha Indonesia melewati berbagai perubahan dan dinamika ekonomi.

Memasuki usia ke-80 dengan mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara, BNI berkomitmen menghadirkan solusi keuangan yang adaptif dan terintegrasi untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI juga akan memperkuat perannya dalam membangun ekosistem pembiayaan yang sehat, memperluas akses layanan keuangan, serta mendorong lahirnya lebih banyak kisah pertumbuhan perusahaan nasional

SHARE: