BNI Salurkan Bantuan Tanggap Darurat bagi Korban Banjir Bandang di Kaki Gunung Slamet
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di kaki Gunung Slamet, Jawa Tengah. Bencana tersebut terjadi akibat hujan deras pada Sabtu, 24 Januari 2026, yang memicu meluapnya sungai dan membawa material longsor ke permukiman warga.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BNI Berbagi, BNI Kantor Wilayah 17 Yogyakarta menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan dapur, paket alat tulis, pakaian serta perlengkapan ibadah, kasur, karpet, hingga bantal. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.
Corporate Secretary BNI Bapak Okki Rushartomo menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa masyarakat di wilayah tersebut. "BNI turut prihatin atas musibah banjir bandang yang melanda wilayah kaki Gunung Slamet. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan respons cepat perseroan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat," ujar Bapak Okki dalam keterangan tertulis.
Seluruh bantuan disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk didistribusikan secara tepat sasaran kepada warga terdampak. Fokus bantuan diarahkan ke Desa Serang, Kabupaten Purbalingga, yang mengalami kerusakan cukup parah akibat terjangan banjir bandang.
Banjir bandang dilaporkan melanda lima kabupaten di kawasan bawah Gunung Slamet, yakni Tegal, Brebes, Pemalang, Banyumas, dan Purbalingga. Material banjir berupa batu, kayu, batang pohon, dan lumpur merusak rumah warga serta sejumlah fasilitas umum. Kerusakan terparah terjadi di Kecamatan Karangreja, khususnya Desa Kutabawa dan Desa Serang.
Di Dusun Kaliurip, Desa Serang, enam rumah dilaporkan rata dengan tanah dan 36 rumah lainnya rusak berat, sehingga sekitar 500 warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Sejumlah infrastruktur publik, termasuk jembatan penghubung desa dan ruas jalan kabupaten, turut terdampak akibat tertutup material longsor.
Bapak Okki menambahkan, kehadiran BNI diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabencana. "Kami berharap bantuan ini dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para penyintas, sekaligus mendukung percepatan pemulihan kondisi masyarakat dan lingkungan terdampak," kata Bapak Okki.
Penyaluran bantuan tersebut merupakan bukti komitmen BNI untuk terus hadir secara responsif dalam situasi darurat, serta memperkuat peran aktif perusahaan dalam mendukung penanganan bencana dan pemulihan sosial ekonomi masyarakat di berbagai daerah sebagai bagian dari kontribusi berkelanjutan bagi negeri.