img

Literasi Keuangan : Jadi Korban Scam? Jangan Panik, Segera Amankan dan Laporkan

Semangat Pagi BNI Hi-Movers, 

Pernah menerima pesan yang mengaku dari bank, lalu meminta Anda mengklik tautan, memberikan kode OTP, atau melakukan transfer? Atau mungkin Anda baru menyadari bahwa transaksi di rekening ternyata bukan dilakukan oleh Anda?

Dalam situasi seperti ini, jangan diam dan jangan menunda melapor.

Pengaduan perbankan bukan sekadar proses administratif untuk menyelesaikan masalah nasabah. Di tengah maraknya penipuan digital, pengaduan juga menjadi salah satu cara penting untuk memutus rantai scam dan melindungi lebih banyak orang dari menjadi korban berikutnya.

Scam Bisa Dimulai dari Hal yang Terlihat Sederhana

Modus penipuan semakin beragam. Pelaku bisa mengaku sebagai petugas bank, mengirimkan tautan palsu, menawarkan hadiah, menginformasikan transaksi mencurigakan, hingga memanfaatkan akun media sosial atau aplikasi pesan.

Contohnya sederhana.

Anda menerima pesan:

“Rekening Anda akan diblokir. Silakan klik link berikut untuk melakukan verifikasi.”

Karena khawatir rekening bermasalah, Anda mengikuti instruksi tersebut. Tanpa disadari, data pribadi atau informasi keamanan perbankan bisa jatuh ke tangan pelaku.

Masalahnya, satu korban bukan berarti satu-satunya yang dirugikan. Modus yang sama bisa digunakan kembali kepada puluhan, ratusan, bahkan ribuan orang.

Di sinilah pengaduan memiliki peran penting.

Mengapa Pengaduan Penting untuk Memberantas Scam?

Ketika nasabah melaporkan kejadian yang dialami, informasi tersebut dapat menjadi sinyal penting untuk mendeteksi pola penipuan.

Semakin cepat sebuah kejadian dilaporkan, semakin cepat pula pihak terkait dapat melakukan penanganan sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku.

Pengaduan juga membantu nasabah mendapatkan kejelasan mengenai permasalahan yang terjadi dan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya.

Jadi, melapor bukan berarti merepotkan bank. Justru laporan Anda dapat membantu memperkuat perlindungan bagi nasabah.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban Scam?

Jika Anda menduga menjadi korban penipuan, jangan panik. Fokus pada tindakan yang bisa dilakukan secepat mungkin.

1. Segera hubungi bank melalui kanal resmi
Jangan menghubungi nomor yang diberikan oleh pelaku. Gunakan kanal resmi bank untuk menyampaikan pengaduan dan meminta bantuan atas transaksi atau aktivitas yang mencurigakan.

2. Amankan akses perbankan
Jika informasi rekening atau kredensial perbankan diduga telah diketahui pihak lain, segera lakukan langkah pengamanan sesuai arahan bank. Jangan memberikan OTP, PIN, password, CVV, atau data keamanan lainnya kepada siapa pun.

3. Simpan bukti
Jangan buru-buru menghapus percakapan atau bukti transaksi. Simpan informasi seperti:

  • Screenshot percakapan.
  • Nomor telepon atau akun pelaku.
  • Link yang dikirimkan.
  • Bukti transfer.
  • Waktu dan jumlah transaksi.
  • Rekening atau nomor tujuan transaksi.
  • Bukti lain yang berkaitan dengan kejadian.

Bukti tersebut dapat membantu proses penanganan dan pelaporan.

4. Laporkan kejadian
Jangan berhenti setelah rekening berhasil diamankan. Laporkan kejadian melalui kanal yang sesuai agar kasus dapat ditindaklanjuti dan menjadi informasi untuk membantu mencegah kejadian serupa.

Tiga hal yang Perlu Diingat Terkait dengan Kejahatan Scam

Pertama, jangan mudah percaya.
Bank tidak akan meminta nasabah memberikan informasi rahasia seperti PIN, password, atau OTP melalui pesan yang mencurigakan.

Kedua, jangan panik.
Pelaku sering menggunakan rasa takut dan urgensi agar korban mengambil keputusan tanpa berpikir panjang.

Ketiga, jangan diam.
Jika mengalami atau menemukan indikasi scam, segera amankan diri dan gunakan kanal pengaduan resmi.

SHARE: