Tips Memilih KPR
Ada banyak sekali bank menawarkan fasilitas KPR. Beragam promo dan paket diskon ditawarkan untuk menarik minat calon nasabah. Agar dapat memilih penawaran terbaik, perhatikan beberapa tips berikut ini:
Perhatikan perhitungan bunga
Pada umumnya bank menawarkan bunga fixed selama beberapa tahun pertama, kemudian menetapkan bunga floating setelahnya. Ada juga bank yang menerapkan bunga fixed and cap selama beberapa tahun.
Bunga fixed artinya besaran bunga KPR tetap selama periode tertentu. Setelah masa fixed berakhir, maka bunga akan berubah menjadi floating atau mengambang sehingga bisa naik maupun turun sewaktu-waktu.

Cermati biaya-biaya
Ketika mengambil fasilitas KPR, seorang nasabah akan dikenai sejumlah biaya seperti biaya provisi dan pajak. Perhatikan paket penawaran dari bank, karena beberapa bank menawarkan promo diskon biaya-biaya tersebut atau bahkan menggratiskannya. Lumayan menghemat, kan?
Bedakan bunga efektif dengan bunga flat
Bunga efektif artinya bunga KPR diperhitungkan dari jumlah pokok utang yang tersisa. Dengan demikian, semakin lama, nilai bunga yang dibayarakan semakin menurun karena pokok utang juga semakin berkurang setelah rutin dicicil.
Sebaliknya, bunga flat artinya bunga KPR diperhitungkan dari jumlah pokok utang pertama kali. Dengan demikian, nilai cicilan akan tetap sepanjang masa pinjaman KPR berlangsung.
Pemilihan waktu
Awal tahun merupakan waktu yang paling tepat untukmengajukan KPR. Biasanya, pada awal tahun, bank berlomba-lomba menawarkan paket promo bunga dan diskon. Promo dan diskon lebih besar ditawarkan apabila nasabah memilih properti yang dibangun oleh pengembang yang bekerjasama dengan bank.
Jangka waktu kredit
Saat ini, biasanya bank menawarkan jangka waktu atau tenor KPR mulai 10 tahun hingga 25 tahun. Semakin panjang tenor, maka nilai cicilan akan lebih rendah sehingga terasa lebih ringan. Akan tetapi, hal yang perlu diperhatikan adalah pastikan bahwa seluruh cicilan harus sudah lunas ketika Anda memasuki masa pensiun. Sebab, ketika pensiun, Anda pasti tidak ingin masih terbebani oleh cicilan, bukan?
Uang muka
Siapkan uang muka. Besaran persentase uang muka atau down payment KPR berbeda-beda, sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Uang muka untuk rumah pertama untuk keperluan rumah tinggal merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan rumah kedua dan selanjutnya.

Perhatikan Penalti
Sejumlah bank menerapkan penalti apa bila nasabah memilih melunasi utang KPR sebelum masa jatuh tempo. Ada pula bank yang membebaskan penalti dengan beberapa syarat tertentu. Sebelum menandatangani akad pinjaman, pastikan Anda memahami hal ini ya.
Sesuaikan Kemampuan
Poin terakhir, perhatikan kondisi keuangan pribadi dan keluarga. Idealnya, jumlah cicilan maksimal termasuk utang KPR dan utanglainnya setiap bulan tidak boleh melebihi 35% dari total penghasilan bulanan. Apabila melebihi rasio tersebut, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi kualitas hidup karena Anda sulit memenuhi kebutuhan pokok lainnya.